SEJARAH PRAMUKA

PRAMUKA PENEGAK

Sabtu, 07 April 2012

PRAMUKA PENEGAK

PRAMUKA PENEGAK
1.         ARTI AMBALAN PENEGAK
Ambalan adalah kelompok besar dalam Pramuka Penegak. Nama ambalan diambil dari sejumlah pahlawan. Misalnya Ambalan Bung Karno, Ambalan Diponegoro, ambalan Kartini dan sebagainya.
Dalam Ambalan terdapat oganisasi yang menampung aspirasi penegak yang dinamakan DKA (Dewan Kerja Ambalan). Cara kerja dewan ini adalah pengambilan keputusan secara musyawarah untuk mufakat.
Di dalam Ambalan Penegak ada Pembina. Pembina merupakan saudara tuan Ambalan Penegak yang harus dihargai dan dihormati. Disamping itu kakak Pembina sebagai tempat bertanya, tukar pendapat dan pembimbing.
Golongan usia pramuka yang masuk dalam Penegak adalah 16 – 20 tahun. Makna romantisme penegak adalah perjuangan menegakkan Indonesia merdeka yang telah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945.
Dalam satu ambalan terdiri beberapa kelompok kecil dinamakan sangga.  Sangga dipimpin oleh seorang pemimpin yang dibantu oleh wakilnya.
Berikut sejumlah  nama sangga yang dikenal dalam aktivitas pramuka penegak:
a.         Sangga Perintis
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakanginadanya romantisme perjuangan merintis kemerdekaan Indonesia yang diawali perjuangan organisasi Budi Utomo.
b.         Sangga Penegas
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya penegasan pada pernyataan yang tersurat dalam sumpah pemuda
c.          Sangga Pendobrak
Makna nama sangga trersebut dilatarbelakangi adanya pendobrakan untuk mengusir penjajah dari muka bumi pertiwi tercinta ini.
d.         Sangga Pencoba
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya agresi Belanda yang mencoba merampas tanah air Indonesia. Namun agresi ini dapat dipatahkan perjuangan bangsa Indonesia.
e.         Sangga Pelaksana
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya melaksanakan pembangunan, setelah Indonesia merdeka penuh lepas dari kolonialisme.

2.         KETENTUAN TIAP SATUAN DALAM GUGUS DEPAN DI AMBALAN PENEGAK
Keputusan Kwartir Gerakan Pramuka Nomor 137 tahun 1987 menegaskan ketentuan tiap satuan dalam GUDEP di Ambalan Penegak disimpulkan sebagai berikut:
a.       Ambalan terdiri paling banyak 40 orang Pramuka Penegak
b.      Ambalan terbagi sejumlah satuan kecil yang dinamakan sangga. Masing-masing sangga terdapat 5 – 10 orang Pramuka Penegak
c.       Pembentukan sangga oleh para pramuka penegak sendiri
d.      Sangga menggunakan nama dan lambang sesuai dengan aspirasinya. Namun ada ketentuan yakni tidak boleh menggunakan nama dan lambang badan organisasi yang lain.
e.      Jika mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas, maka Ambalan Penegak dapat membentuk sangga kerja yang beranggotakan anggota sangga yang ada. Sifat sangga kerja adalah sementara.

3.         KEPEMIMPINAN DALAM AMBALAN PENEGAK
Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 137 tahun 1987 tentang kepemimpinan Ambalan Penegak disimpulkan sebagai berikut:
a.  Ambalan penegak dibina oleh seorang Pembina Penegak yang berusia maksimum 26 tahun disertakan Pembantu Pembina Penegak berusia sedikitnya 21 tahun
b.    Pembina Penegak dan Pembantu Pembina Penegak Putra dijabat pria, sedangkan Pembina Penegak dan Pembantu Pembina Penegak Puteri dijabat wanita.
c.   Mengembangkan kepemimpinan di Ambalan Penegak dibentuk Dewan Ambalan Penegak atau Dewan Penegak yang dipimpin oleh seorang ketua disebut Pradana. Susunan Dewan Penegak sebagai berikut:
1.       Satu orang ketua (Pradana)
2.       Satu orang wakil ketua
3.       Satu orang sekretaris
4.       Satu orang Bendahara
5.       Sejumlah anggota
Dewan tersebut dipilih dari pemimpin-pemimpin dan wakil pemimpin sangga.
d.      Masa bakti Dewan Penegak adalah 1 tahun
e. Ambalan mengadakan musyawarah sedikitnya enam bulan sekali dengan acara antara lain melaporkan kegiatan yang telah lalu dan menjabarkan rencana kerjanya.
f.    Pembinaan kepemimpinan dan rasa tanggung jawab para pramuka dibentuk Dewan Kehormatan Penegak yang terdiri anggota Dewan Penegak dan Pembina.
Dewan Kehormatan Penegak membahas sejumlah hal berikut:
1.       Peristiwa menyangkut kehormatan Pramuka Penegak
2.       Pelantikan, penghargaan atas prestasi/jasanya dan pelanggaran kode kehormatan.
g.       Dalam Dewan Kehormatan Penegak, Pembina dan pembantunya bertindak sebagai pengarah dan penasehat.

4.         PERTEMUAN PRAMUKA PENEGAK
Di dalam pramuka terdapat beberapa jenis pertemuan yang sudah dikenal sebaga berikut:
a.       PW (Perkemahan Wirakarya)
PW adalah pertemuan pramuka yang diselenggarakan oleh Penegak dan Pandega dari berbagai satuan (amba;an dan satuan karya). Kegiatan ini menyatukan diri dengan pembangunan masyarakat yang sesuai dengan janji Tri Satya.

Fungsi Perkemahan Wirakarya:
1.       Merealisasikan kegiatan penegak untuk kepentingan masyarakat
2.       Mengembangkan kemampuan penegak, baik secara fisik, pikiran dan ketgrampilan
3.       Menumbuhkan rasa persaudaraan sesama penegak dan pembinanya
Tingkatan Penyelenggaraan PW
               Penyelenggaraan PW dilaksanakan oleh Dewan Kerja Penegak Pandega Nasional bersama Kwartir Nasional diikuti para Penegak/Pandega utusan Kwartir Daerah yang dikoordinir oleh DKD (Dewan Kerja Penegak/Pandega Daerah).
Tingkat daerah diselenggarakan oleh DKD bersama Kwartir cabangnya diikuti penegak/pandega dari sejumlah kwartir ranting yang dikoordinir oleh DKR (Dewan Kerja Penegak/Pandega Ranting).

Undangan Penyelenggaraan PW
Penyelenggaraan PW tingkat nasional bisa mengundang pramuka penegak/pandega dari negara lain. Untuk PW daerah bisa mengundang daerah lain. Untuk PW cabang bisa mengundang lain. PW ranting bisa mengundang ranting lain.

Sifat Penyelenggaraan PW
Sifat kegiatan perkemahan wirakarya sebagai berikut:
·           Kreatif
·           Rekreatif
·           Produktif
Sejumlah sifat tersebut mengandung unsur-unsur pendidikan dan memiliki relevansinya dengan pembangunan di masyarakat.

Nilai Penyelenggaraan PW
Penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya hendaklah memiliki sejumlah nilai moral berikut:
·           Nilai agama
·           Nilai Pancasila
·           Nilai jiwa dan semangat juang 1945
·           Nilai persahabatan
·           Nilai sosial ekonomi dan teknologi
·           Nilai seni budaya
·           Nilai adat dan tata susila
·           Nilai kepemimpinan dan kewirausahaan

b.      Raimuna
Bentuk raimuna adalah perkemahan untuk membina jiwa Pramuka Penegak/Pandega yang bersifat kreatif dan produktif yang mengandung unsur edukatif (pendidikan) yang meliputi sejumlah kegiatan berikut:
1.       Lomba karya dibidang teknologi tepat guna.
Misalnya:
·      Membuat kompor darurat
·      Membuat pompa air
·      Membuat pengwetan makanan, minuman, buah-buahan
·      Membuat manisan buah
·      Membuat kerupuk
·      Dan teknologi sederhana yang lainnya
2.       Lomba karya tulis
Lomba karya tulis sifatnya penelitian ilmiah.
Misalnya:
·      Meneliti kadar gizi pada makanan kupang
·      Penelitian tentang kemasyarakatan pengguna narkoba
·      Dan penelitian lain yang sifatnya ilmiah
3.       Lomba ketrampilan
Lomba ketrampilan ditekankan pada ketrampilan teknisnya saja.
Misalnya:
·      Lomba mengemudi kendaraan bermotor
·      Lomba merancang model pesawat sederhana
·      Lomba peragaan busana daerah
·      Lomba lainnya yang bersifat trampil

c.       Musppanitra
Musppanitra adalah dialog musyawarah penegak/pandega putra dan putri membahas permasalahan organisasi, aktivitas program kerja, anggaran dan lainnya. Berikut jenjang penyelenggaraan Musppanitra.
1.              Musppanitra Nasional
Musppanitra Nasional diselenggarakan satu kali tiap 5 tahun bersama menjelang musyawarah nasional. Peserta musppanitra Nasional adalah utusan Dewan Kerja Penegak/Pandega putra-putri daerah (DKD)
2.              Musppanitra Daerah
Musppanitra daerah diselenggarakan satu kali tiap 4 tahun bersamaan menjelang Musayawarah Daerah. Pesertanya adalah Dewan Kerja Penegak/Pandega di tingkat cabang.
3.              Musppanitra Cabang
Musppanitra Cabang diselenggarakan satu kali tiap 3 tahun bersamaan menjelang Musyawarah cCabang. Pesertanya adalah Dewan Kerja Ambalan tingkat ranting/kortan

d.      Pesta Karya
Pesta Karya adalah pertemuan spesifik (khusus) yang dihadiri Penegak/Pandega anggota Saka (satuan Karya)
Macam Pesta Kaya:
1.       Pesta Karya Taruna Bumi
2.       Pesta Karya Bhayangkara
3.       Pesta Karya Bahari
4.       Pesta Karya Dirgantara

5.         KODE KEHORMATAN PRAMUKA PENEGAK
Di dalam pramuka penegak terdapat janji dikenal dengan kode kehormatan Tri Satya dan Dasa Dharma.
 Berikut isi kedua janji tersebut:
TRI SATYA
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh
1.       Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan negara kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
2.       Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3.       Menepati dasa dharma
DASA DHARMA
PRAMUKA ITU:
1.       Takwa terhadap Tuhan Yang Mahaesa
2.       Cinta alam dan kasih sayang terhadap manusia
3.       Patriot yang sopan dan kesatria
4.       Patuh dan suka bermusyawarah
5.       Rela menolong dan tabah
6.       Rajun, trampil dan gembira
7.       Hemat, cermat dan bersahaja
8.       Disiplin, berani dan setia
9.       Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10.   Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

6.         TINGKATAN PRAMUKA PENEGAK
a.       Penegak Bantara
Syarat masuk Penegak Bantara:
1.       Memenuhi SKU Penegak Bantara
2.       Dilantik oleh pembinanya
b.      Penegak Laksana
Syarat masuk menjadi penegak laksana
1.       Memenuhi SKU Penegak Laksana
2.       Dilantik oleh pembinanya.
 Perlu diketahui bahwa seorang sebelum masuk menjadi anggota Penegak Bantara    hendaklah melewati hal berikut:
1.       Sebagai tamu ambalan
Maksud dari tamu ambalan adalah mantan penggalang atau pemuda yang baru memasuki masa penegak
2.       Masa percobaan
Sejak menjadi tamu ambalan wajib mengikuti latihan
3.       Calon penegak
4.       Jika aktif latihan sebanyak 4 kali berturut-turut, lalu dinilai baik. Pembinanya melantik sebagai calon penegak, kemudian mengisi uji SKU Penegak Bantara.

7.         UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN AMBALAN PENEGAK
Ada tiga tahapan upacara pembukaan latihan Ambalan Penegak yaitu persiapan, pemeriksaan dan pelaksanaan. Berikut paparan tahapan upacaranya:
a.       Tahap persiapan
1.       Bendera merah putih
2.       Tiang bendera
3.       Tali pengerek
4.        Teks dasa darma
5.       Petugas
b.      Tahap pemeriksaan
1.       Pemimpin sangga sedang menyiapkan sangga.
2.       Pemimpin sangga lapor pada pradana
3.       Pemimpin sangga menempati posisinya disebelah kanan Amabalan
4.       Wakil Pemimpin Sangga mengambil tempat pemimpin sangga
5.       Pradana menyiapkan Ambalan
6.       Pradana menjemput Pembinanya.
c.       Tahap pelaksanaan
1.       Pradana pengantarkan pembina
2.       Pradana menempati posisinya di depan ambalan
3.       Petugas pengibar bendera merah putih sedangkan penghormatan bendera dipimpin oleh pradana
4.       Pradana (pembina) membaca teks Pancasila
5.       Petugas membaca teks dasa darma
6.       Pembina/pradana menyampaikan prakata/kata pengantar
7.       Doa dipimpin pradana
8.       Lapran pradana kepada Pembina
9.       Pembina keluar area upacara pembukaan latihan
10.   Pradana membubarkan barisan ambalan
11.   Latihan

8.         UPACARA PENUTUPAN LATIHAN AMBALAN PENEGAK
Ada 3 tahapan dalam upacara penutupan latihan ambalan penegak. Uraian tahap persiapan dan pemeriksaan upacara penutupan latihannya sama halnya dengan upacara pembukaan latihan ambalan penegak yang sudah dipaparkan di atas.
Berikut tahap pelaksanaan upacara penutupan latihannya:
1.       Pembina dijemput pradana lewat samping kanan para pemimpin sangga
2.       Pradana menempati posisinya sendiri di depan ambalan
3.       Penurunan bendera merah putih oleh petugas
4.       Penghormatan penurunan bendera merah putih oleh pradana
5.       Pembacaan  renungan ambalan
6.       Peserta upacara mengheningkan cipta saat pembacaan tersebut
7.       Kata pengantar disampaikan oleh pradana/pembina
8.       Pradana pemimpin doa
9.       Laporan pradana kepada pembina
10.   Pembina keluar arena upacara penutupan latihan
11.   Barisan ambalan dibubarkan pradana

9.         TATA CARA UPACARA PELANTIKAN CALON PENEGAK
Pelantikan calon penegak dilaksanakan upacara pembukaan. Berikut tahapan pelantikan calon penegak
1.       Anggota Ambalan dikumpulkan oleh Pradana
2.       Para tamu ambalan ambil tempat yang telah ditentukan
3.    Penegak bantara dan laksana yang sudah ditunjuk segera menyiapkan sejumlah pertanyaan untuk tamu ambalan
4.       Petugas menjemput tamu ambalan, kemudian dihadapkan pada Pembina
5.       Pembina menyampaikan prakata atau kata pengantar
6.       Tamu ambalan yang menjadi calon penegak diharap menjawab pertanyaan pembina
7.       Petugas mengantar kembali tamu ambalan ketempat semula
8.       Musyawarah ambalan untuk menentukan calon penegak
9.       Keputusan penerimaan calon
10.   Semua amblan menyampaikan ucapan selamat

10.     TATA CARA UPACARA PELANTIKAN PENEGAK BANTARA
1.       Petugas pengantar yang mendampingi calon penegak bantara menghadap pada pembina
2.       Petugas pendamping tersebut diminta pembina untuk menceritakan seputar kondisi psikologis calon penegak bantara yang meliputi kondisi perwatakan. Mental, latarbelakang kepribadian, kemampuan yang dimiliki
3.  Setelah pendamping bercerita singkat kondisi calon tersebut, petugas pendamping kembali ke sangganya.
4.       Petugas pembawa bendera merah putih masuk arena pada posisi sebelah kanan pembina
5.       Pradana memimpin penghormatan ambalan
6.       Forum tanya jawab antara pembina dan calon penegak bantara. Materi tanya jawab seputar SKU dan kode kehormatan
7.       Acara doa dipimpin langsung oleh pembina
8.       Ucapan janji Tri Satya
9.       Penyematan tanda kehormatan penegak bantara
10.   Pembina menyampaikan kata selamat, sedangkan Pradana memimpin penghormatan untuk penegak bantara, selanjutnya ucapan selamat pencalonannya.
11.   Petugas pendamping mengantarkan penegak bantara yang sudah dilantik ke tempat sangganya
12.   Pradana membubarkan barisan ambalan
13.   Selesai

11.     MENGENAL PAKAIAN DAN TANDA-TANDA YANG DIKENAKAN PENEGAK
1.       Topi
Bentuk topi penegak untuk  putera adalah baret, sedangkan penegak puteri adalah peci dari bahan kain dengan warna dasar coklat tua
2.       Tanda topi
Tanda topi penegak adalah gambar tunas kelapa berwarna kuning yang dipasang miring ke kiri. Bentuk tanda topi untuk penegak penegak putera adalah segi panjang, sedangkan penegak puteri adalah bulat.
3.       Setangan leher
Warna setangan leher untuk penegak adalah merah putih
4.       Ikat pinggang
Warna ikat pinggang penegak adalah hitam atau coklat
5.       Baju
Warna baju penegak adalah coklat muda
6.       Celana/rok
Warna celana panjang penegak adalah coklat tua, sedangkan rok yang dipakai penegak puteri warnanya juga coklat tua
7.       Sepatu dan kaos
Warna sepatu dan kaos kaki adalah hitam / coklat (seragam)
8.       Tali peluit
Tali peluit penegak dipasang pada lengan kiri
9.       Tanda pengenal
Tanda pengenal letaknya di lengan kanan
10.   Tanda pelantikan
Bentuk tanda pelantikan penegak adalah tunas kelapa berwarna kuning dengan dasar coklat. Tanda ini dipasang pada dada kiri
11.   Tanda sangga
Tanda sangga penegak dipasang di lengan kiri
12.   Pandu dunia
Untuk tanda pandu dunia dipasang di dada atau saku kanan
13.   Tanda pangkat
Pada kedua belah bahu disematkan tanda pangkat
12.     SANDI AMBALAN
Pada setiap upacara pembukaan latihan disertakan sandi ambalan. Berikut ini contoh sandi ambalan:
·           Di dalam tubuh kita ada gumpalan darah
·           Jika gumpalan darah kita bersih, maka bersihlah perbuatannya.
·           Jika gumpalan darah tidak bersih atau kotor maka bruklah perbuatannya.
·           Tegakkan kebenaran tanpa takabur
·           Berkaryalah untruk bumi pertiwi
·           Tegak berdiri menatap masa depan dengan gemilang
·           Apa arti hidup senang jika berdiri di atas bangkai
·           Kita berkumpul ditempat ini untuk bersatu, bersaudara, bekerja keras
·           Tiada siksa paling kejam, kecuali manusia yag tak mau bersyukur atas rahmat Tuhan
·           Jangan jatuhkan gelas-gelas retak, simpanlah dan cari perekatnya
·           Kita berambalan, sebab kita adalah seorang patriotis
·           Kita adalah bangsa pemersatu
·           Jiwa paling utama adalah menolong yang lemah.

13.     RENUNGAN
Renungan adalah kotemplasi yang bersifat introspeksi yakni menyelidiki diri sendiri atau memahami diri sendiri. Berikut contoh sebuah renungan
·           Tuhan adalah penguasa dan pencipta seisi alam ini. Apakah kita orang berkuasa atas manusia?
·           Tuhan maha pemaaf, apakah kita enggan memaafkan orang yang pernah berbuat salah pada kita?
·         Pada hakikatnya jiwa kita adalah suci. Apakah kita menjaga kesucian jiwa kita di masa mendatang?
·           Apakah kita hidup sederhana, bersahaja, adanya?
·    Kita dulu menjadi anak-anak, lalu remaja, pemuda sebentar lagi kita menjadi orang dewasa, kemudian orang tua. Betapa cepat perjalanan sang waktu yang akhirnya menjadi orang tua lanjut usia. Apakah selama perjalanan dengan sang waku, kita berbuat baik atau buruk sesama manusia?
·           Apakah kita sudah sukses dalam hidup ini?
·           Apakah kita selalu berusaha menjaga jasmani dalam kondisi sehat dan kuat?
·           Apakah kita selalu taat kepada Tuhan, orang tua, guru, pemimpin?
·           Apakah perilaku kita sudah sopan dengan orang lain?
·           Benarkah orang yang selalu berkata jujur dapat dipegang janjinya atau dapat dipercaya?
·           Apakah tindakan kita selama ini seorang pengecut, satria, munafik, pahlawan atau pecundang?
·           Besok kita tahu apa yang terjadi pada diri kita sendiri.
DIKUTIP DARI:
PEGANGAN LENGKAP GERAKAN PRAMUKA
OLEH KAK RIYANTO LUKYS dkk
Selengkapnya...

Jumat, 06 April 2012

PRAMUKA PENGGALANG

PRAMUKA PENGGALANG
1.         ARTI PASUKAN PENGGALANG
Pramuka Penggalang adalah Pramuka tingkat kedua sesudah Pramuka Siaga. Kelompok umur Pramuka Penggalang adalah 12 – 15 tahun. Latar belakang sebutan Penggalang mengingatkan pada pada romantisme perjuangan bangsa Indonesia untuk melakukan penggalang nilai persatuan dan kesatuan
Selanjutnya kelompok besar dalam Penggalang dinamakan Pasukan Penggalang. Dalam Pasukan Penggalang terdapat kelompok kecil dinamakan regu Penggalang. Kelompok umur regu Penggalang adalah 8 – 10 tahun. Nama-nama regu diambil nama hewan dan bunga. Untuk nama hewan untuk regu putra sedangkan nama bunga untuk regu putri. Misalnya nama regu Penggalang putra kancil, beruang, harimau, gajah rusa, sedangkan nama regu Penggalang putri anggrek, melati mawar dll.

2.         KELENGKAPAN PAKAIAN DAN TANDA-TANDA PRAMUKA PENGGALANG
Pakaian dan tanda-tanda Prauka Penggalang terdiri sebagai berikut:
a.       Topi
Bentuk topi Penggalang Putera adalah baret, sedangkan penggalang puteri adalah peci dengan dasar warna coklat tua.
b.      Tanda topi
Bentuk tanda topi penggalang putera adalah persegi panjang, sedangkan penggalang puteri adalah bulat dengan dasar warna merah bergambar tunas kelapa warna kuning. Pemasangan tanda tersebut pada topi yang diletakkan disebelah kiri agak miring ke kiri.
c.       Baju
Bentuk baju penggalang adalah kemeja berwarna coklat muda bersaku dua di depan.
d.      Celana / rok
Warna celana/rok penggalang adalah coklat tua
e.      Setangan leher
Setangan leher untuk putera adalh segitiga yang berwarna merah putih, bahannya dari kain. Jika menggunakan s etangan leher dibutuhkan cincinnya, agar terlihat rapi. Pemasangannya dibawah krah baju. Sementara untuk puteri digunakan pita dengan lebar 3,5 sentimeter, panjang 40 sentimetrer. Pemakaian pitanya dengan simpul mati yang dipakai di bawah krah baju
f.        Ikat pinggang
Warna ikat pinggang penggalang adalah hitam atau coklat
g.       Sepatu kaos kaki
Warna sepatu dan kaos kaki penggalang adalah hitam atau coklat
h.      Tanda pelantikan
1.       Tanda pelantikan penggalang adalah gambar tunas kelapa berwarna kuning emas dengan dasar coklat
2.       Tanda pelantikan penggalang dipasang di saku pada dada sebelah kiri
i.         Tanda Pandu Dunia
1.       Bentuk tanda pandu dunia sama dengan Pramuka Siaga
2.       Pemasangannya di saku pada dada sebelah kanan
j.        Tanda regu
Pemasangan tanda regu penggalang di lengan sebelah kiri
k.       Tali/pisau, tali peluit, tanda pangkat, tanda kecakapan khusus
1.       Tali/pisau penggalang dipasang pada pinggang kanan/kiri
2.       Warna tali peluit penggalang adalah warna merah yang digantung di bahu sebelah kiri
3.       Tanda pangkat penggalang untuk Rakit/Terap di pasang dibawah tanda regu lengan kiri
4.       Tanda kecakapan khusus penggalang di pasang pada dada kanan, lengan kiri, bisa juga pada serempangan

3.         KEPEMIMPINAN PASUKAN PENGGALANG
Dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 137 tahun 1987 ditegaskan bahwa pokok-pokok kepemimpinan Pasukan Penggalang sebagai berikut:
a.       Pasukan dipimpin oleh seorang Pembina Penggalang dibantu dua orang Pembantu Pembina. Pembina Penggalang sedikitnya berusia 23 tahun, sedangkan pembantunya sedikitnya berusia 21 tahun
b.      Pembina dan Pembantu Pembina Penggalang Putera harus dijabat oleh pria, sedangkan Pembina dan Pembantu Pembina Penggalang puteri harus dijabat oleh wanita
c.       Regu dipimpin secara bergilir oleh seorang Pemimpin Regu yang dipilih oleh dari para anggota baru.
d.      Untuk membantu pemimpin regu ditunjuk seorang wakil pemimpin regu di antara anggota regu
e.      Oleh dan dari  para pemimpin regu dipilih seorang untuk melaksanakan tugas ditingkatpasukan yang disebut pemimpin regu utama dipanggil Pratama.
f.        Untuk pendidikan kepemimpinan para pramuka  penggalang diadakan Dewan Penggalang yang terdiri dari para pemimpin regu, wakil pemimpin regu, pemimpin regu utama, pembina penggalang, dan para pembantunya.
1.       Dewan Penggalang mengadakan mengadakan rapat sebulan sekali
2.       Ketua Dewan Penggalang adalah Pratama, sedangkan jabatan penulis dan bendahara adalah anggota dewan penggalang yang dijabat secara bergilir.
3.       Dewan penggalang bertugas mengurus dan mengatur kegiatan pasukan penggalang dan menjalankan keputusan yang diambil oleh dewan penggalang.
4.       Dalam rapat dewan penggalang, pembina dan pembantunya bertindak sebagai penasehat, pengarah, pembimbing serta mempunyai hak mengambil keputusan terakhir
g.       Untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggung jawab para Pramuka Penggalang, diadakan Dewan Kehomatan Pasukan Penggalang yang terdiri Pemimpin Regu, Pemimpin Regu Utama, Pembina dan Para Pembantunya.
1.       Dewan Kehormatan Penggalang bersidang dalam hal terjadi peristiwa yang menyangkut tugas Dewan Kehormatan Penggalang.
2.       Hasil keputusan sidang dilaporkan kepada Pembina Gugus Depan
3.       Ketua dan wakil ketua Dewan Kehormatan  Penggalang adalah Pembina Penggalang dan Pembantunya, sedangkan sekretaris dewan adalah seorang Pemimpin regu
4.       Dewan Kehormatan Penggalang berkewajiban untuk menentukan:
·           Pelantikan, pemberian TKK, tanda penghargaan dan lain-lain kepada Pramuka Penggalang  yang berjasa atau berprestasi
·           Pelantikan pemimpin dan wakil pemimpin regu dan pratama
·           Tindakan terhadap pelanggaran kode kehormatan
·           Rehabilitasi anggota pasukan penggalang
h.      Anggota yang dianggap melanggar, sebelum diambil tindakan diberi kesempatan untuk membela diri dalam rapat Dewan Kehormatan,

4.         KODE KEHORMATAN PRAMUKA PENGGALANG
Bentuk kode kehormatan Pramuka Penggalang adalah janji yakni Tri Satya dan Dasa Darma. Berikut bunyi pernyataan kedua janjinya:
TRI SATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
1.       Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjalankan Pancasila
2.       Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
3.       Menepati dasa dharma
DASA DHARMA
Pramuka itu:
1.       Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.       Cinta alam dan kasing sayang kepada sesama
3.       Patriot yang sopan dan ksatria
4.       Patuh dan suka bermusyawarah
5.       Rela menolong dan tabah
6.       Rajin, trampil dan gembina
7.       Hemat, cermat dan bersahaja
8.       Disiplin, berani dan setia
9.       Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10.   Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

5.         UPACARA PENGGALANG
Ada 3 bentuk upacara pramuka penggalang:
a.       Upacara pembukaan latihan
b.      Upacara penutupan latihan
c.       Upacara pelantikan penggalang

6.         KETENTUAN SATUAN GUDEP DALAM PASUKAN PENGGALANG
Dalam keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 137 tahun 1987 bahwa ketentuan Pasukan Penggalang sebagai berikut:
a.       Pasukan terdiri paling banyak 40 orangPramuka Penggalang
b.      Pasukan terdiri dari satuan-satuan kecil yang dinamakan regu. Masing-masing regu terdiri 5 – 10 orang Pramuka Penggalang.
c.       Pembentukan regu dilakukan oleh para Pramuka Penggalang sendiri, dan bila diperlukan dapat dibantu oleh para pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Penggalang
d.      Tiap regu memakai nama yang dipilih sendiri yaitu untuk putera digunakan nama hewan, dan untuk regu puteri menggunakan nama tumbuh-tumbuhan.
e.      Tiap regu ditandai dengan bendera regu bergambar yang sesuai dengan nama-nama regu.

7.         PERTEMUAN PRAMUKA PENGGALANG
Pada setiap minggu sekali diadakan latihan Pramuka Penggalang. Disamping latihan ini, juga diadakan pertemuan Pramuka Penggalang dalam perkemahan Penggalang. Misalnya perkemahan jambore dan lomba tingkat.
Berikut uraian mengenai dua pertemuan penggalang:
a.       Pertemuan Jambore
Pertemuan Pramuka Penggalang yang dinamakan Jambore dilaksanakan pada tingkat nasional. Namun bisa juga diadakan di tingkat Kabupaten, kecamatan, dan ranting. Sebelum menyelenggarakan Jambore, perlu adanya perencanaan atau persiapan, pengorganisasian dan pelaksanaansecara komprehensif. Agar pelaksanaan berjalan aman, tentram, berkualitas dan sukses. Berikut uraian mengenai tiga tahapan tersebut:
·      Tahap Perencanaan atau Persiapan
Jika menyelengarakan perkemahan Jambore, perlu persiapan atau perencanaan secara detail, teliti, utuh dan sistemaris. Sejumlah komponen yang berhubungan dengan persiapan perkemahan sebagai berikut:
1.       Pengamatan medan perkemahan
2.       Kegunaan perkemahan
3.       Tujuan perkemahan
4.       Tempat dan waktu perkemahan
5.       Menentukan personil kepanitiaan perkemahan
6.       Penyusunan acara kegiatan secara rinci dan jelas
7.       Pembagian kerja
8.       Aturan umum dan spesifik untuk peserta perkemahan
9.       Administrasi pembiayaan atau anggaran yang memadai penyelenggaraan perkemahan
10.   Perlengkapan perkemahan
11.   Transportasi
12.   Sistem komunikasi
13.   Pengawasan
14.   Penilaian

·      Pengorganisasian
Suksesnya penyelenggaraan perkemahan Jambore PramukaPenggalang bisa ditentukan adanya pengorganisasian yang sistematis. Agar hasil penyelenggaraan terlihat optimal, utuh, integral. Disamping itu dibutuhkan struktur organisasi kepanitiaan yang luwes, utuh, kreatif, inisiatif, improvisasi tindakan, responsif terhadap permasalahan yang relevan dengan perkemahan Jambore. Misal: mempehatikan sejumlah hal berikut:
1.       Acara perkemahan
2.       Kondisi dan situasi perkemahan
3.       Kepentingan dan relasi antara kerja  bagian
4.       Tingkat-tingkat dan jenjang komponen
5.       Rencana kegiatan yang berdaya guna dan hasil guna

·      Pelaksanaan
Setelah peersiapan dan pengorganisasian kepanitian tersusun secara sistematis, maka tahap berikutnya adalah pelaksanaannya. Tentu antara persiapan dan pengorganisasian dengan praktik pelaksanaannya pasti terjadi hal-hal diluar dugaan. Untuk mengantisipasi hal-hal diluar dugaan skenario persiapan dan pengorganisasian, maka dibutuhkan sebuah tindakan kreatif, inisiatif, responsif dari anggota panitia untuk mengatasi alternatif kemungkinan.

b.      Lomba Tingkat
LT (Lomba Tingkat)adalah gelanggang Penggalang Piutera dan Penggalang Puteri, baik secara beregu atau perorangan saling berlomba. Nomor perlombaantentang ketangkasan dan ketrampilan. Tujuan perlombaan tersebut adalah menguji kemampuan penggalang.
Berikut kewenangan dan peserta lomba tingkat untuk Pramuka Penggalang:
1.       Kewenangan LT I diselenggarakan oleh Gugus depan. Pesertanya adalah penggalang anggota regu pada pasukan penggalang.
2.       Kewenangan LT II diselenggarakan oleh Kortan/kwartir Ranting meliputi wilayah kecamatan. Pesertanya adalah pemenang di LT I yang diselenggarakan Gugus Depan se kecamatan.
3.       Kewenangan LT III diselenggarakan oleh Kwartir Cabang. Pesertanya adalah para pemenang di  LT II
4.       Kewenangan LT IV diselenggarakan oleh Kwartir Daerah. Pesertanya adalah para pemenang LT III yang diselenggarakan oleh Kwartir cabang se wilayah Kwartir daerah
5.       Kewenangan LT V diselenggarakan oleh Kwartir nasinal (kalau hal ini dipandang perlu). Pesertanya adalah para pemenang LT IV yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah se Indonesia.
Contoh:
Jenis kegiatan LT
Aspek Kemampuan
Jenis Lomba
a.       Ketrampilan
1.    Peta pita
2.    Peta Perjalanan
3.    Semaphore
4.    Morse
5.    Perkemahan
6.    Pionering dasar
7.    Panorama
8.    Sandi
9.    Lomba masak
b.      ketangkasan
1.    mendaki tangga
2.    mendaki dan urun tebing
3.    sambung tali
4.    meniti kayu bulat
c.       kesenian / olah raga
1.       sepak bola
2.       melukis
3.       mengarang
d.      keagamanaan
1.         tilawatil Quran
2.         Adzan
3.         Shalat
e.      kemasyarakatan
1.         reboisasi atau penghijauan
2.         kerja bakti

8.         MENGENAL SKU DAN TKK PADA PRAMUKA PENGGALANG
SKU (Syarat Kecakapan Umum) sebagai pendidikan Pramuka mutlak dimiliki oleh setiap anggotanya. SKU dalam Pramuka Penggalang terdiri atas:
Ø  SKU untuk tingkat penggalang ramu
Ø  SKU untuk tingkat penggalang rakit
Ø  SKU untuk tingkat penggalang terap
         TKK (Tanda Kecakapan Khusus) merupakan kewajiban yang harus diselesaikan oleh  setiap anggota Pramuka. TKK dalam Pramuka Penggalang sebagai berikut:
Ada 3 tingkat TKK Pramuka Penggalang:
Ø  Tingkat Purwa
Ø  Tingkat Madya
Ø  Tingkat Utama

Bentuk TKK Pramuka Penggalang
a.       Bentuk Purwa adalah lingkaran yang bergaris tengah 2,5 Cm yang dikelilingi bingkai dengan lebar 2 mm. Warna dasar bingkai adalah merah.
b.      Bentuk madya adalah bujur sangkar yang berukuran 2,5 cm yang dikelilingi bingkai 2mm, warna dasar bingkai adalah merah
c.       Bentuk utama adalah segilima beraturan dengan masing-masing ukuran sisinya 2 cm yang dikelilingi bingkai dengan lebar 2 mm, warna dasarnya merah.

                           DIKUTIP DARI
                           PEGANGAN LENGKAP GERAKAN PRAMUKA
                           KAK RIYANTO LUKYS dkk 
Selengkapnya...

PRAMUKA SIAGA

PRAMUKA SIAGA
1.         Arti Perindukan Siaga
Kelompok usia yang masuk kedalam Pramuka Siaga adalah 7 - 10 tahun. Sedangkan kelompok besar dalam Siaga dinamakan Perindukan. Perindukan terdiri dari 40 orang Pramuka Siaga.
Perindukan dibagi kedalam satuan kecil yang disebut barung. Di dalam barung terdapat 5 - 10 orang Pramuka Siaga. Pembentukan Barung dilaksanakan oleh para Pramuka Siaga yang dibantu Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Siaga. Disetiap barung memakai nama warna. Misalnya Barung Merah, Barung kuning, Barung Hijau dan lain-lain. Selanjutnya untuk tiap barung ditandai dengan bendea barung yang sesuai dengan pilihan warna barungnya.

2.         Kepemimpinan di Perindukan Siaga
Dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 137 Tahun 1987 tentang penyelenggaraan gerakan gugus depan pramuka bahwa ketentuan tentang kepemimpinan Perindukan Siaga sebagai berikut:
a.       Perindukan dipimpin oleh seorang pembina siaga yang berusia sedikitnya 21 tahun, dibantu oleh 3 orang Pembantu Pembina Siaga yang berusia sedikitnya 16 tahun.
b.      Pembina dan Pembantu Pembina Siaga Putera dapat dijabat oleh wanita atau pria
c.       Pembina dan Pembantu Pembina Puteri harus dijabat oleh wanita
d.      Barung dipimpin secara bergiliran oleh seorang pemimpin yang dipilih oleh dan dari para anggota Barung
e.      Untuk membantu pemimpin barung ditunjuk wakil barung dari para anggota barung
f.        Oleh para pemimpin barung untuk melaksanakan tugas di tingkat perindukan yang disebut Pemimpin Barung Utama dipanggil Sulung. Pemimpin Barung Utama tersebut tetap  memimpin barungnya.
g.       Untuk pendidikan kepemimpinam para pramuka siaga diadakan Dewan Perindukan Siaga yang disingkat Dewan Siaga yang terdiri atas para Pemimpin Barung Utama dan Pembina Siaga serta Pembantu Pembina Siaga.
(1)    Dewan siaga mengadakan pertemuan sebulan sekali yang dipimpin Pembina Siaga atau pembantunya.
(2)    Dewan Siaga bertugas mengurus dan mengatur kegiatan-kegiatan Perindukan Siaga dan menjalankan putusan-putusan yang diambil Dewan Siaga.

3.         Kode Kehormatan Pramuka Siaga
Kode Kehormatan di tingkat Pramuka Siaga adalah Dwi Satya dalam bentuk janji, sedangkan bentuk moralnya adalah Dwi Dharma. Berikut 2 kode kehormatan tersebut. 

DWI SATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
(1)    Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
(2)    Stiap hari berbuat kebaikan

DWI DHARMA
(1)    Siaga itu menurut ayahdan  ibundanya
(2)    Siaga itu berani dan tidak putus asa

4.         Macam Tingkatan Pramuka Siaga
Ada tiga macam tingkatan Pramuka Siaga sebagai berikut:
a.       Siaga Mula
b.      Siaga Tata
c.       Siaga Bantu
5.         Kegiatan upacara untuk Pramuka Siaga
Upacara adalah rangkaian tindakan yang terikat oleh aturan. Dalam pramuka siaga ada 3 kegiatan upacara yaitu
a.       Upacara pembukaan latihan
b.      Upacara penutupan latihan
c.       Upacara pelantikan

6.         Sekilas Tentang Kelengkapan Pakaian dan Tanda Pramuka Siaga
Pakaian yang dipakai Pramuka Siaga bisa dilihat dari kepala hingga kaki.
a.       Topi
b.      Tanda topi
c.       Tanda pelantikan
d.      Setangan leher
e.      Baju, celana dan rok
f.        Sepatu dan kaos kaki
g.       Tanda barung
h.      Tanda lokasi
i.         Tanda pangkat

7.         Pertemuan Pramuka Siaga
Pramuka siaga biasanya mengadakan pertemuan satu kali dalam seminggu. Selain pertemuan rutin ini, ada juga pertemuan lain yang biasanya dikenal dengan sebutan Pesta Siaga.
Sifat pesta siaga adalah rekreatif, arti rekreatif adalah sifatnya senang-senang, bergembira ria, menghibur yang bertujuan menyegarkan pikiran.
Penyelenggaraan Pesta Siaga adalah tingkat desa, kecamatan dan cabang. Adapun landasan bentuk dan sifat Pesta Siaga sebagai berikut:
7.1.  landasan dan bentuk kegiatan pesta siaga
a.       Seluruh kegiatan Pesta Siaga dilandasi dengan semangat jiwa Satya dan Dharma Pramuka
b.      Bentuk Pesta Siaga adalah permainan bersama, bazar, darmawisata, ketangkasan, karnaval, ketrampilan, pentras seni, perkemahan, pameran, dan lainnya yang  sejenisnya
7.2.   Sifat pesta siaga
 Sifat pesta siaga adalah rekreatif, kreatif, menghibur hati, trampil, tangkas.
7.3.   Perencanaa, pengorganisasian, tata laksana, pengawasan
a.       Perencanaan Pesta Siaga
Jika merencanakan pesta siaga, perlu memperhatikan sejumlah hal berikut:
1.       Tujuan atau maksud diadakan pesta siaga
2.       Tempat dan waktu pesta siaga
3.       Susunan panitia pesta siaga
4.       Prosedur kerja acara pesta siaga
5.       Detail acara kegiatan pesta siaga
6.       Akomodasi atau pembekalan pesta siaga
7.       Perencanaan biaya yang diperlukan untuk pesta siaga
8.       Pengawasan pesta siaga sangat diperlukan untuk keamanan, ketertiban, ketentraman. Penilaian pesta siaga perlu untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pesta siaga.

b.      Pengorganisasian Pesta Siaga
Bentuk struktur organisasi panitia penyelenggaraan pesta siaga dikondisikan dengan kepentingan, acara, relasi antar kerjanya. Agar organisasinya kerjanya terlihat utuh dan tepat guna sasaran kerja kepanitiaan.

c.       Tatalaksana
Pesta Siaga dapat dilaksanakan atau dilakukan sebagai berikut
·      Satu kali dalam tiga bulan dilaksanakan oleh antar gugus depan di tingkat desa
·      Satu kali dalam enam bulan dilaksanakan di tingkat kecamatan
·      Setiap tahun dilaksanakan di tingkat cabang atau antar kecamatan
Perlu diketahui bahwa wewenang pesta siaga di tingkat desa adalah pembina gugus depan, sedangkan di tingkat kecamatan dan cabang adalah ketua kwartir.

d.      Pengawasan dan Penilaian Pesta Siaga
Agar penyelenggaraan pesta siaga sekarela, aman, tertib dan berkualitas diperlukan pengawasan dan penilaian. Maka perlu tim khusus menjadi personil pengawas dan penilaian pesta siaga.
 
8.         Tingkatan Kecakapan
Syarat Kecakapan Umum wajib dipenuhi setiap calon anggota Pramuka. Disamping ini, SKU merupakan media pendidikan. SKU untuk Pramuka Siaga terdiri atas tingkat siaga mula, siaga bantu, dan tingkat siaga tata.
Ujian SKU dilakukan dua cara yakni ujian langsung dan ujian tidak langsung. Ujian tidak langsung terlihat pada kegiatan yang tidak diketahui. Hal yang tidak diketahui ini merupakan proses ujian juga.
Tanda Kecakapan Khusus untuk mendidik kecakapan secara khusus anggota Pramuka. TKK untuk pramuka siaga hanya untuk satu tingkat. Bentuk TKKnya segitiga berukuran panjang 3 sentimeter, tinggi 2 sentimeter dan tidak berbingkai.
Perlu diketahui bahwa tingkatan kecakapan untuk Pramuka Siaga yang terkonsep dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 173 tahun 1987 sebagai berikut:
a.       Siaga Mula yaitu tingkatan kecakapan bagi Pramuka Siaga yang telah memenuhi SKU tingkat Siaga Mula.
b.      Siaga Bantu yaitu tingkatan kecakapan bagi Pramuka Siaga yang memenuhi SKU tingkat Siaga Bantu
c.       Siaga Tata yaitu kecakapan bagi Pramuka Siaga yang telah memenuhi SKU  tingkat siaga tata.

9.         Gudep di Pramuka Siaga
Gudep (gugus Depan) bertujuan untuk melaksanakan pendidikan kepramukaan. Hakikat tujuan sebagai berikut:
a.       Membentuk sikap dan perilaku ke arah yang positif
b.      Menambah pengetahuan dan pengalaman
c.       Menguasai ketrampilan dan kecakapan

Ketentuan tiap satuan gugus depan pada perindukan siaga sebagai berikut:
1.       Perindukan terdiri dari paling banyak 40 orang Pramuka Siaga
2.       Perindukan dibagi dalam satuan kecil yang dinamakan Barung. Masing-masing barung terdiri dari 5 – 10 Pramuka Siaga
3.       Pembentukan Barung dilakukan oleh para Pramuka Siaga dengan bantuan Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Siaga
4.       Tiap Barung memakai nama warna yang dipilih sendiri.
5.       Tiap barung ditandai dengan bendera barung yang sesuai dengan warna barungnya.
                              DIKUTIP DARI :
                              PEGANGAN LENGKAP GERAKAN PRAMUKA
                              OLEH KAK RIYANTO LUKYS dkk
Selengkapnya...