FITUR KLASIKA
MENYIASATI DAPUR YANG HEMAT TEMPAT
Keberadaan dapur pada sebuah rumah, mutlak diperlukan. Besar kecil luasnya, tidak menjadi persoalan, selama dapur itu berfungsi sebagai tempat untuk memasak dan menyajikan makanan.
Dewasa ini semakin terbatasnya lahan tempat tinggal ditengah kota,memungkinkan bertumbuhnya banyak apartemen serta rumah berukuran minimalis. Memaksimalkan luas lahan yang terbatas untuk ruangan di hunian perlu dilakukan. Namun, jangan lupa untuk tetap meperhatikan nilai estetis interior yang ada.
Nah, kini banyak rumah atau apartemen berukuran mungil yang memfungsikan suatu area sebagai ruang keluarga, ruang makan, ruang kerja, dan dapur sekaligua. Kerap tata letak seperti ini bisa berhasil, tetapi tak jarang justru terjadi sebaliknya. Yang ada bukan kesan minimalis yang didapat, tapi malah lebih terasa sesak atau sumpek.
Untuk itu, sebaiknya perlu trik kreatif saat hendak menata area multifungsi tersebut, khususnya untuk mewujudkan zona dapur di tempat tinggal anda. Apalagi bila Anda memiliki anggaran yang terbatas dan kurang memiliki keahlian untuk merombak hunian.
Saatnya siapkan dan berkreasi meteran, penyekat ruang, dan furnitur anda.
Pertama, siapkan furnitur yang ada sebagai penyekat ruang. Hitunglah ukuran perabot yang hendak dijadikan penyekat, agar sesuai dengan zona dapur. Cukup letakkan rak panjang dengan tinggi sekitar sepinggang orang dewasa (untuk menyimpan peralatan makan sekaligus meja penyajian), meja, dan bangku.
Kedua, anda ingin benar-benar memisahkan zona dapur dengan ruangan lainnya? Bermainlah dengan warna dinding dan koleksi furnitur anda. Bedakan warna dinding dapur Anda dengan warna ruangan lainnya. Kuning, hijau, oranye, merah atau warna cerah lainnya bisa ditorehkan pada dinding dapur. Pasalnya menurut teori psikologi warna, pemilihan warna-warna cerah bisa membuat kesan hangat dan secara implisit dapat meningkatkan selera makan.
Kemudian, bila Anda ingin memisahkan dengan koleksi furnitur yang ada, Anda bisa menyematkan akuarium, rak buku, sebagai penyekat. Pilihan lainnya, Anda bisa memanfaatkan gordeng atau tirai berwarna atau bermotif cerah.
Terakhir, seimbangkan ukuran perabot dengan luas dapur. Apabila selama ini, Anda terbiasa memakai meja makan berbentuk kotak, bentuk ini ternyata dapat membuat area ini bertambah sempit. Maka, cobalah ubah dengan menempatkan meja oval atau bulat. Sesuaikan bentuk dan jumlah kursi dengan ruangan yang ada. Bila perlu, tempatkan rak gantung untuk menyimpan perkakas dapur, sehingga ruang dapur bisa berfungsi maksimal. Selamat berkreasi.
(Sumber Kompas, sabtu 24 Juli 2010)
Selengkapnya...
Senin, 26 Juli 2010
MENYIASATI DAPUR YANG HEMAT TEMPAT
Rabu, 31 Maret 2010
LAPORAN KEGIATAN
LAPORAN KEGIATAN HUT AMBALAN AH. NASUTION KE 8 TRI BHUANA SAKTI KE 14 PANGKALAN SMA NEGERI 3 METRO Sad lomba dalam rangka HUT Ambalan AH. Nasution dan Tri Bhuana Sakti Peserta lomba terdiri dari 44 Gugus Depan terdiri dari 20 gudep SMA/SMK/MA, 16 gudep SMP, 8 gudep SD A. PENGGALANG SMP B. PENGGALANG SD JUARA UMUM "SMP NEGERI I TRIMURJO"
Selasa, 30 Maret 2010
ORNAMEN "KAMAR MANDI"
ENAM LANGKAH AGAR KAMAR MANDI TERASA NYAMAN
Zaman dulu, kamar mandi nyaris tak pernah menjadi tempat yang istimewa. Bahkan lokasinya hampir selalu berada di belakang rumah, sehingga tidak sedikit orang yang mengidentikkan kata "kebelakang" sebagai ungkapan yang sopan untuk WC (water closet).
Kini banyak orang mulai menyadari bahwa fungi WC atau kamar mandi bukan lagi sekedar untuk mandi atau buang hajat. Oleh karena itu, selain menempati lokasi yang lebih istimewa, yaitu di bagian tengah atau bahkan depan rumah, kamar mandi juga mulai dibuat senyaman mungkin. Hal ini perlu karena beberapa perempuan kini merasa lebih nyaman melakukan luluran atau mandi rempah di rumah ketimbang di tempat umum macam salon.
Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa menginspirasi Anda agar kamar mandi di rumah terasa lebih nyaman, yaitu:
1. Menggantung beberapa pigura cantik dengan foto keluarga saat liburan, gambar bunga, atau pemandangan alam yang warnanya disesuaikan dengan warna dominan pada dinding atau lantai kamar mandi.
2. Letakkan rak handuk dalam pintu bertutup agar tak terciprat air saat mandi. Namun jika kamar mandi anda cukup luas, tak ada salahnya jika handuk-handuk polos yang berwarna putih bersih ditumpuk rapi dalam rak terbuka.
3. Letakkan pula rak gantung di dinding yang terbuat dari kayu dengan penutup kaca geser yang transparan untuk meletakkan macam shampo, sabun mandi, lulur botolan, pasta gigi, dan aneka keperluan mandi lainnya.
4. Jika anda menggunakan kloset duduk dan kamar mandi di rumah tergolong kamar mandi "kering", tak ada salahnya jika meletakkan karpet dan tutp kloset yang dijual pasangan. Selain mempercantik kamar mandi, kaki pun terasa nyaman karena ada karpet di bawahnya.
5. Letakkan pula sebuah tungku aroma terapi (anglo) cantik lengkap dengan lilin dan minyak aroma terapi seperti lavender, lemon, atau sendal wood di atas wadah air pada kloset duduk. Perlengkapan ini bisa digunakan saat penghuni rumah melakukan luluran atau mandi rempah. Dengan aroma terapi, suasana kamar mandi dijamin akan terasa lebih nyaman.
6. Jika kamar mandi anda tergolong kamar mandi "kering" tak ada salahnya meletakkan buku-buku bacaan yang ringan pada keranjang bambu yang diletakkan di sudut ruangan kamar mandi.
(Sumber : Kompas Klasika, Jum'at, 29 Januari 2010)
Selengkapnya...
Kamis, 25 Maret 2010
AJAKAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
AJAKAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
DALAM RANGKA
MENINGKATKAN PERAN PRAMUKA SEBAGAI BAGIAN SISTEM
PENDIDIKAN NASIONAL BAGI KAUM MUDA
P ERKUAT KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN KWARTIR DI SEMUA JAJARAN
R APATKAN BARISAN PELATIH, PEMBINA DAN ANDALAN
A KTIFKAN PERINDUKAN, PASUKAN, AMBALAN DAN RACANA DI SETIAP GUGUS DEPAN
M ANTAPKAN SISTEM DENGAN PERMAINAN EDUKATIF DAN MENANTANG DI ALAM TERBUKA
U TAMAKAN PROGRAM PESERTA DIDIK YANG MENINGKATKAN SEMANGAT BELA NEGARA,PATRIOT PEMBANGUNAN DAN PEREKAT BANGSA
K OKOHKAN KEMITRAN DAN DUKUNGAN SUMBER DAYA DARI SEMUA KOMPONEN BANGSA
A MALKAN SATYA DAN DARMA PRAMUKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Jakarta, 17 Agustus 2006
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
dto
Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH
Selengkapnya...
REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA
REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA
KUTIPAN SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DALAM RANGKA
UPACARA PERINGATAN HARI PAMUKA KE 45
1. Perkuat Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa.
Bagi generasi muda pembentukan karakter bangsa amat penting dan menentukan nasib bangsa di masa depan. Hanya bangsa yang memiliki mental kepribadian kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif dan bekerja keraslah yang dapat mendorong kemajuan dan keberhasilan.
2. Raihlah keberhasilan, hari ini dan masa depan memerlukan kerja keras dan kerja cerdas dari seluruh komponen bangsa. Gerakan pramuka hendaknya menjadi pelopor membudayakan diri, senang bekerja keras secara cerdas dan ikhlas, bangun nilai, sikap dan perilaku ini sejak dini melalui berbagai ragam kegiatan Gerakan Pramuka.
3. Ajaklah kaum muda meningkatkan semangat bela negara. Utamakan program dan kegiatan untuk meningkatkan semangat patriotisme dalam membela kepentingan bangsanya. Gerakan Pramuka pada khususnya dan generasi muda pada umumnya harus mencintai dan bangga terhadap bangsa, negara dan tanah airnya sendiri.
4. Mantapkan tekad kaum muda sebagai patriot pembangunan. Tantangan negeri kita pasca krisis adalah bagaimana membangun kembali negeri ini. Kaum muda haruslah menjadi agen dan pelopor perubahan, negeri ini akan maju dan sejahtera apabila pembangunan dapat terlaksana dengan baik. Kenalkan dan libatkan kaum muda dalam kegiatan yang mengarah dan menjadi bagian dalam pembangunan nasional melalui karya-karya yang nyata.
5. Utamakan kepentingan bangsa dan negara diatas segalanya. Pendidikan dan pelatihan kepramukaan harus melahirkan generasi muda bangsa yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Didiklah kaum muda sedini mungkin untuk tidak membeda-bedakan identitas, seperti agama, etnis, suku kedaerahan dengan tujuan yang negatif. Watak nasionalisme akan tercermin dalam perilaku yang senantiasa lebih mementingkan kepentingan bangsa dibandingkan kepentingan diri dan golongan.
6. Kokohkan persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia. Galang terus persaudaraan dan persahabatan diantara sesama anggota Pramuka, sebagai bekal memupuk jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan.Kembangkan berbagai metodologi dan kegiatan yang dapat membangun harmoni, kerukunan dan kesetiakawanan, bahkan kasih sayang di antara sesama kaum muda.
7. Amalkan Satya dan Darma Pramuka. Inti Satya dan Darma bagi Gerakan Pramuka adalah, semangat, tekad, kode etik termasuk pesan-pesan moral dan spiritual. Tekad, semangat, kode etik, serta pesan-pesan itu bukan harus hanya dijunjung tinggi melainkan yang lebih penting dilaksanakan dan diamalkan. Melalui pengamalan Satya dan Darma Pramuka, saya berharap Gerakan Pramuka menjadi wadah yang ideal dan efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual bagi generasi muda.
Selengkapnya...
AJAKAN PRESIDEN RI DALAM RANGKA REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA
AJAKAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DALAN RANGKA REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA
PERKUAT GERAKAN PRAMUKA SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA
RAIH KEBERHASILAN MELALUI KERJA KERAS, CERDAS DAN IKHLAS
AJAK KAUM MUDA MENINGKATKAN SEMANGAT BELA NEGARA
MANTAPKAN TEKAD KAUM MUDA SEBAGAI PATRIOT PEMBANGUNAN
UTAMAKAN KEPENTINGAN BANGSA DAN NEGARA DIATAS SEGALANYA
KOKOHKAN PERSATUAN DAN KESATUAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
AMALKAN SATYA DAN DARMA PRAMUKA
Jakarta, 14 Agustus 2006
Presiden Republik Indonesia
dto
DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Selengkapnya...
Rabu, 24 Maret 2010
SIAP MENGHADAPI UN
UJIAN NASIONAL
Sejak kapan UN eksis di negeri kita? Berdasarkan informasi yang dihimpun, UN sudah ada sejak 1950. Kala itu namanya Ujian Penghabisan.
Pada masa itu semua soal ujian berbentuk essai dan dibuat Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan.
Tahun 1972 Pemerintah memberi kebebasan setiap sekolah atau kelompok sekolah menyelenggarakan ujian sendiri. Lebih demokratis kan? Pembuatan soal dan proses penilaian dilakukan setiap sekolah atau kelompok.
Tahun 1980 diluncurkan EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional). Model ini menggunakan dua bentuk. Pertama Ebtanas yang diadakan pemerintah pusat untuk mata pelajaran pokok. Kedua EBTA yang diadakan pemerintah daerah.
Dalam Ebtanas, siswa dinyatakan lulusjika nilai rata-rata seluruh mata pelajaranyang diujikan itu 6, meskipun terdapat satu atau beberapa mata pelajaran bernilai di bawah 3.
Tahun 2002 muncul istilah UAN (Ujian Akhir Nasional). Siswa dinyatakan lulus bila memiliki nilai minimal 3,01 pada setiap mata pelajaran dan nilai rata-ratanya minimal 6
Soal UAN dibuat oleh Depdiknas. Memasuki 2004, kelulusan siswa dinyatakan berdasarkan nilai minimal setiap mata pelajaran, yaitu 4,01. Syarat nilai rata-rata minimal tidak berlaku lagi.
Tahun 2005, UAN berubah nama menjadi UN (Ujian Nasional). Standar kelulusan dinaikkan menjadi 4,25
Menyikapi UN
UN yang diadakan pemerintah pusat seharusnya dianggap sebagai batu loncatan ke jenjang yang lebih tinggi, bukan menjadi hambatan untuk kita. Standar nilai yang ditentukan pemerintah sekarang 5,50 jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, dapat dikatakan masih rendah.
Semua negara maju di dunia mengadakan ujian seperti UN, hanya berbeda sistemnya. Contohnya di Malaysia ujian sejenis UN di Indonesia ini tidak menentukan kelulusan siswa, tetapi hanya menjadi alat untuk melihat pencapaian siswa.
Disini diakui Malaysia lebih fair terhadap beragam kemampuan siswa di tiap daerah. Enggak fair kalo derah yang fasilitas infrastruktur belajarnya minim disamakan dengan daeran yang infrastruktur belajarnya surplus.
Sikap akhir
Kita hidup di bumi yang sempit, Didalamnya tak akan kita jumpai kesempurnaan. Dibalik rasa kurang puas akan UN, kita perlu mengetahui beberapa hal yang baik di balik UN.
Kita harus memperjuangkan mutu pendidikan Indonesia sehingga mutu pendidikan tak kalah dari negeri tetangga. Malu-maluin kalo kita tetap kalah dengan Malaysia misalnya.
Walau dengan kemampuan sekolah yang terbatas, kita harus berusaha! Sebab masalah utamanya kadang bukan pada fasilitas, tetpi bagaimana dengan fasilitas yang ada kita dapat mencapai hasil maksimal.
Jadikan UN sebagai wadah untukmenunjukkan pendidikan di Indonesia dianggap enteng.
Negara kita adalah negara maritim, terpisah oleh laut, negara kepulauan. Tiap pulau tentu punya tingkat sumber daya manusia (SDM) yang berbeda. Diharapkan UN dapat menjadi salah satu sarana mengetahui tingkat SDM tiap daerah
TIPS MENGHADAPI UN
Pisahkan materi UN dengan materi non UN. Pisahkan juga mana materi hitungan dan hafalan sehingga dapat dipelajari secara teratur dan sistematis, karena otak dapat bekerja maksimal dengan cara maksimal dengan cara yang teratur dan sistematis.
Untuk rumus-rumus atau istilah yang kamu rasakan asing di otak, buatlah catatan kecil, tempelkan ditempat yang paling sering dijumpai setiap hari, di cermin misalnya.
Berlatihlah dengan soal-soal ujian satu atau dua tahun lalu atau saling barter soal dengan teman. Makin banyak berlatih, makin enggak grogi menghadapi UN
Jika nilai hasil try out kita rendah, jangan patah semangat kawan. Katakanlah pada dirimu, "perjuangan belum berakhir, masih ada waktu"
Jagalah kesehatan, jangan sampai terlalu capek.
Jika waktunya tiba, hadapi soal-soal UN dengan tenang. Yakinlah, usaha dan kerja keras kita tak akan sia-sia.
Jangan lupa berdoa dan minta restu orang tua. Jadikan UN ajang mempersembahkan yang terbaik untuk orang tua.
MEMOTIVASI DIRI
Persiapkan mental jauh-jauh hari, jangan sampai saat menghadapi ujian, rasa cemas dan rendah diri melanda sehingga kita bertindak menyimpang, seperti menyontek
Setelah mental oke, lakukan review terhadap mata pelajaran yang akan dihadapi. Pelajarilah yang sulit terlebih dahulu.
Percayalah, Yang Mahakuasa akan menolong orang yang sudah susah payah belajar karena dia Mahapengasih dan Penyayang.
(Sumber : Kompas Muda, 12 Maret 2010)
Selengkapnya...